Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, Allah gives me opportunity to blog again. nak blogging mesti ada ilham kan? Ilham tersebut datangnya dari Allah jua. :) so...ana terus saja buka laman web blogger ne and teruslah menyusun kata-kata yang tak seberapa ne. niat ana hanya satu iaitu untuk berkongsi cerita berdasarkan experience dan moga-moga kita mendapat pengajaran, I'Allah.
I am not feeling very well thus cannot sleep. not to complain but I am very thankful to Allah that eventhough i am in fever-ish, still Allah gives me chance to blogging, smiling, walking, eating, drinking, talking, praying & so on. demam is only a small thing that i don't have to complain much, because ia lebih baik dari mendapat penyakit yang berat. Nauzubillah. and i remember di dalam satu blog ne..katanya tak ada excuse (alasan) tak solat walau sakit gigi, kaki, tangan sekalipun. selagi kita mampu untuk menunaikannya, wajiblah kita menunaiikan perintahNya. Islam tidak pernah menyusahkan umatnya, lalu bagi orang yang sakit wajib menunaikan solat mengikut cara yang ditetapkan Islam.
Nak contoh? dah biasa dengarkan tentang orang yang sakit tak boleh bangun? seseorang tu boleh solat berbaring atau duduk. Allah memberi kesenangan kepada kita. nak fikir apa lagi? see?? Islam is the way of life. Allahuakbar!
ok..yang tu dah harap maklum. and now i am going to share about something interesting here :))
[note : language to be use is mix. lols! ;p ada melayu ada english too!]
just now i chatted (g?) with a friend and while waiting for hamba Allah ne on the phone, i browsed over a folder of mine. click punya click...terpampanglah gambar ana diambil sewaktu majlis persandingan saudara ana. meriahhhhhhhhh betul! siap pulak dengan make-up tebal-tebal kat muka ana plus baju kurung ana ala-ala Saloma gitu~! i was smiling and still now i am smiling sambil geleng-geleng.

terbayang ke baju ala-ala saloma? tak tau saloma? llaaaaa~~ seniwati zaman 60-70an tuu..zaman bujang lapok~ ;p or P.Ramlee's wife. ingat? ahhh...bagush-bagush *tiru gaya upin-ipin*

so.......i feel shy to myself. malulah kalau ada orang tengok gambar tu. cukuplah bonda and adik tengok gambar tu tadi petang. hhehe. ada ke patut bonda suruh cuci gambar tu beso-beso lepas tu, letak kat mana? kat ruang tamulaaaaaaaahhhhh~ tsk tsk tsk. i said no no no! terima kasih ajelah bonda oii ;p
its so funny how i used to adore myself before like
sebabbbbbbbbb......my dad ne orangnya protective. not over protective ok? my dad ne menitik beratkan soal berpakaian. no tight clothes, no shorts, no blablabla. hehehe. biasalah dulu-dulu tak ambil pusing punya~~ janji pakai tudong sudahlah. bab-bab ketat-ketat tu..hal kecil punya~~ masuk telinga kiri keluar telinga kanan. tsk tsk tsk!
so...i was so enthusiaitic when it comes to designing my own baju kurong/baju fashion and yadayada. when i was small i used to wear big baju kurong but when i am 17-20 dah pandai nak yang sempit~~ tsk tsk tsk!
hahhhh! what do you find interesting wearing this tight clothes?? oohhh...nak show off badan ke? no no no...nak tunjuk lemak lah~~ tsk tsk tsk! me? ohhh before, i wore tight clothes because i feel
dan ana pun terasa macam kena kejutan elektrik apabila baca ayat ne :
An-Nur : (31)
The Rulings of Hijab
This is a command from Allah to the believing women, and jealousy on His part over the wives of His believing servants. It is also to distinguish the believing women from the women of the Jahiliyyah and the deeds of the pagan women. The reason for the revelation of this Ayah was mentioned by Muqatil bin Hayyan, when he said: "We heard -- and Allah knows best -- that Jabir bin `Abdullah Al-Ansari narrated that Asma' bint Murshidah was in a house of hers in Bani Harithah, and the women started coming in to her without lower garments so that the anklets on their feet could be seen, along with their chests and forelocks. Asma' said: `How ugly this is!' Then Allah revealed:
(And tell the believing women to lower their gaze...)'' And Allah says:
[وَقُل لِّلْمُؤْمِنَـتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَـرِهِنَّ]
(And tell the believing women to lower their gaze) meaning, from that which Allah has forbidden them to look at, apart from their husbands. [Some] scholars said that it is permissible for women to look at non-Mahram men without desire, as it was recorded in the Sahih that the Messenger of Allah was watching the Ethiopians playing with spears in the Masjid on the day of `Id, and `A'ishah the Mother of the believers was watching them from behind him and he was concealing her from them, until she got bored and went away.
[وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ]
(and protect their private parts). Sa`id bin Jubayr said: "From immoral actions.'' Abu Al-`Aliyah said: "Every Ayah of the Qur'an in which protecting the private parts is mentioned means protecting them from Zina, except for this Ayah --
[وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ]
(and protect their private parts), which means protecting them from being seen by anybody.''
[وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا]
(and not to show off their adornment except that which is apparent,) means, they should not show anything of their adornment to non-Mahram men except for whatever it is impossible to hide. Ibn Mas`ud said: "Such as clothes and outer garments,'' Meaning what the Arab women used to wear of the veil which covered their clothes and whatever showed from underneath the outer garment. There is no blame on her for this, because this is something that she cannot conceal. Similar to that is what appears of her lower garment and what she cannot conceal. Al-Hasan, Ibn Sirin, Abu Al-Jawza', Ibrahim An-Nakha`i and others also had the same view as Ibn Mas`ud.
[وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ]
(and to draw their veils all over their Juyub) means that they should wear the outer garment in such a way as to cover their chests and ribs, so that they will be different from the women of the Jahiliyyah, who did not do that but would pass in front of men with their chests completely uncovered, and with their necks, forelocks, hair and earrings uncovered. So Allah commanded the believing women to cover themselves, as He says:
[يأَيُّهَا النَّبِىُّ قُل لاًّزْوَجِكَ وَبَنَـتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَـبِيبِهِنَّ ذلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ]
(O Prophet! Tell your wives and your daughters and the women of the believers to draw their cloaks all over their bodies. That will be better, that they should be known, so as not to be annoyed) [33:59]bahasa melayu;
[24 : 31]
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.
MashaAllah. Allah sudah memberi peringatan didalam Al-Quran. Sewajarnya kita memahami dan ikutlah apa yang dinyatakan didalam Al-Quran. InshaAllah kita akan menjadi muslimah yang berguna untuk Islam. selebihnya tentulah hati juga haruslah bersih. :) Dan satu lagi kalau kita nak berubah biarlah datangnya dari hati bukan kerana terpaksa.
[6 : 125]
Maka sesiapa yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah petunjuk kepadanya nescaya Ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam; dan sesiapa yang Allah kehendaki untuk menyesatkannya, nescaya Ia menjadikan dadanya sesak sempit sesempit-sempitnya, seolah-olah ia sedang mendaki naik ke langit (dengan susah payahnya). Demikianlah Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak beriman.
ada lagi satu surah yang menyatakan manusia ini dari tanah dan apabila ana membacanya, mashaAllah memang benar pun apa yang dinyatakan. (Al-A'araf : 10-26)
[10]
Dan sesungguhnya Kami telah menetapkan kamu (dan memberi kuasa) di bumi, dan Kami jadikan untuk kamu padanya (berbagai jalan) penghidupan (supaya kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur.
[11]
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami membentuk rupa kamu, kemudian Kami berfirman kepada malaikat-malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, lalu mereka sujud melainkan Iblis, ia tidaklah termasuk dalam golongan yang sujud.
[12]
Allah berfirman: “Apakah penghalangnya yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?” Iblis menjawab: “Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah.”
[13]
Allah berfirman: “Turunlah engkau dari Syurga ini, kerana tidak patut engkau berlaku sombong di dalamnya; oleh sebab itu keluarlah, sesungguhnya engkau dari golongan yang hina”.
[14]
Iblis berkata: Berilah tempoh kepadaku hingga hari mereka dibangkitkan (hari kiamat)”.
[15]
Allah berfirman: “Sesungguhnya engkau dari golongan yang diberi tempoh (ke suatu masa yang tertentu)”.
[16]
Iblis berkata: “Oleh kerana Engkau (wahai Tuhan) menyebabkan daku tersesat (maka) demi sesungguhnya aku akan mengambil tempat menghalangi mereka (dari menjalani) jalanMu yang lurus;
[17]
“Kemudian aku datangi mereka, dari hadapan mereka serta dari belakang mereka, dan dari kanan mereka serta dari kiri mereka; dan Engkau tidak akan dapati kebanyakan mereka bersyukur”.
[18]
Allah berfirman: “Keluarlah engkau dari Syurga sebagai makhluk yang terhina serta terusir. Sesungguhnya sesiapa di antara mereka yang menurutmu, tetaplah aku akan memenuhi neraka jahanam dengan (golongan) kamu (yang derhaka) semuanya;
[19]
“Dan wahai Adam! Tinggalah engkau dan isterimu di dalam Syurga serta makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini, (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari orang-orang yang zalim”.
[20]
Setelah itu maka Syaitan membisikkan (hasutan) kepada mereka berdua supaya (dapatlah) ia menampakkan kepada mereka akan aurat mereka yang (sekian lama) tertutup dari (pandangan) mereka, sambil ia berkata: “Tidaklah Tuhan kamu melarang kamu daripada (menghampiri) pokok ini, melainkan (kerana Ia tidak suka) kamu berdua menjadi malaikat atau menjadi dari orang-orang yang kekal (selama-lamanya di dalam Syurga)”.
[21]
Dan ia bersumpah kepada keduanya (dengan berkata): “Sesungguhnya aku adalah dari mereka yang memberi nasihat kepada kamu berdua”.
[22]
Dengan sebab itu dapatlah ia menjatuhkan mereka berdua (ke dalam larangan) dengan tipu dayanya. Setelah mereka memakan (buah) pohon itu, terdedahlah kepada mereka berdua aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun (dari) Syurga. Serta Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pokok itu, dan Aku katakan kepada kamu, bahawa Syaitan itu adalah musuh kamu yang nyata?”
[23]
Mereka berdua merayu: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan kalau Engkau tidak mengampunkan kami dan memberi rahmat kepada kami, nescaya menjadilah kami dari orang-orang yang rugi”.
[24]
Allah berfirman: “Turunlah kamu semuanya, dengan keadaan setengah kamu menjadi musuh bagi setengahnya yang lain, dan bagi kamu disediakan tempat kediaman di bumi, dan juga diberi kesenangan hingga ke suatu ketika (mati)”.
[25]
Allah berfirman lagi: “Di bumi itu kamu hidup dan situ juga kamu mati, dan daripadanya pula kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat)”.
[26]
Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu, dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur).
dah berfikir? dah berfikir ke siapa yang anda lihat dalam cermin tu? adakah itu anda? atau jasad anda? tetapi dimanakah anda? roh anda?
ana tengok dalam cermin pun, nampak diri ana sendiri..tetapi betul jugak kan..dimanakah ana? roh atau jasad? Allahuakbar.
so, please make sure you are just right, tak perlulah terlebih hias/sexy untuk tontonan lelaki/perempuan yang bukan mahram. what do you see on the mirror is not you but she/he is only a sand. kita semua diperbuat dari tanah :)
i think i better off now. Yang buruk/salah datangnya dari ana dan yang baik datangnya dari Allah.
Allahuaklam.

No comments:
Post a Comment