Wasn't surprised at all!! heheh. awuuu....bapa macam "daaa", yatahkan. nyehehe! never mind thou as long as i got the cupcakes, Alhamdulillah. =D
nice cupcakes and sweet choc mud cake! okay, aku lapar now.
ohh...si brother ku ia so sweet :P he gave bapa a gift which is very cute! a keychain, lawa & manis anak atu~ =p *no kambang please*
okay as the matter of fact, i am not ready yet to do all the tagged. to whom yang tagged me, thank you. Maybe i will do it some other day. malas aku ne :p
another question rising in my head...
What dugaan actually is?
i encountered this person, she/he said dugaan in a way like he/she Redha about what had happened in his/her life. but unfortunately she/he indirectly or kalau aku inda perasan lah....he/she was saying directly blame on me :) credit on that. i noticed that ayy. it is hard for you to let go. so does every "redha" and "dugaan" you had said are coming from your heart and vice-versa?
okay, won't talk much on that. i will not wasted my time just to write all crappy stories that should not bother my mind. =D Open new chapter and change with a new book will do, ayy? the more i think about 'em the more i am trying to avoid you =)
i like these songs.
Hijjaz.
Dalam diri selembut sutra
Kau memiliki iman yang teguh
Kau nyalakan obor agama diri-mu bak lentra
dibelengu jahiliah kau tempuh dengan berani
Walau pun jasad-mu milik tuan
Tetapi hati-mu milik Tuhan
Padang pasir menjadi saksi ketabahan keluarga itu
Tika suami dan anak dibaring mengadap mentari
Disuruh memilih iman atau kekufuran
Samar jahiliah atau sinaran akidah
Sabarlah keluarga Yasir
Bagi-mu syurga disana
Dan kau pun tega memilih syurga
Walau terpaksa mengorban nyawa
Lalu tombak yang tajam menikam
Jasad-mu yang tiada bermaya
Namun iman didada-mu sedikit tidak berubah
Darah-Mu menjadi sumbu pelita iman
Sumaiyah kaulah lambang wanita solehah
Tangan yang disangka lembut menghayun buaian
Mengoncang dunia mencipta sejarah
Sumaiyah kau dibunuh didunia sementara
Untuk hidup disyurga yang selama-lamanya
Kaulah wanita terbaik
Sebaik manusia
Nama-mu tetap menjadi sejarah
Rabbani
Mari-marilah
Dengarlah ini kisah silam oh kawan
Sangatlah berguna
Moga hidup aman bahagia
Di malam pertama jumpa mertua
Tersintak si jejaka di beritakan
Istrinya tidak sempurna rupa
Anggota zahirnya lumpuh semua
Tiada upaya mengurus diri
Terkejut si jejaka penuh persoalan di hatinya
Mungkinkah sudah jodoh itulah istrinya
Hibanya rasa hati
Namun tetap redha pada takdir
Asalkan punya iman itulah paling penting
Saat-saat berjumpa
Terpesona memandang
Benarkah istrinya Menawan sungguh cantik
Reff :
Cari-cari... carilah
Pasangan hidup betul-betul oh kawan
Bahagia berseri
Rumah tangga akan harmoni
Terhurai dijawablah oleh mertua
Zahirnya tak sempurna kiasan saja
Memberi makna sucinya diri
Wanita sholehah terpelihara
Terharu si jejaka tunduk bersyukur
Jangan mudah percaya harta pangkat dan rupa
Indahnya di mata berawaslah
Rasul sudah bersabda insan punya agama
Akhlaknya mulia fahamilah
Assalamualaikum.

No comments:
Post a Comment